Racun Agustusan
Kalo lagi sakit, biasanya gw jadi sensitif sama segala hal. Rasanya ada aja yang jadi gak enak. Yang pasti, makan jadi gak enak, tidur juga jadi gak enak. Itu karena ada racun yang hinggap dan muter2 di pembuluh darah, dan bikin segalanya jadi gak enak.
Sialnya, ini racun sering datang di bulan Agustus. Padahal bulan ini selalu aja ada kegiatan yang harus gw lakukan. Tahun lalu, pas jamannya ospek2an kampus, tu racun dateng, dan bikin gw distempel sakit tipes. Huah, rasanya gak enak bgt! Untungnya, kali ini si racun dateng dengan judul yang gak terlalu serem, yah meskipun bisa juga disebut komplikasi, antara demam, pusing, dan sakit tenggorokan!
Tapi, sakit apapun tetep aja gak enak, yak! Makanya beberapa hari ini rasanya badan gak enak bgt diajak jalan kemana2. Untungnya (lagi2 untung! Eh, masih untung bisa bersyukur!) di pasaran beredar racun2 yang bisa membunuh racun sakit tadi! Iya, lebih terkenal disebut obat. Hasilnya lumayan, gw masih bisa jalan2 sekarang! Dan untuk itu harus banyak bersyukur ya! (iya, ntar malem, bareng semua warga RT di lingkungan rumah, doa bersama bisa menghirup napas merdeka! Amin… Eh, tapi jadi gak bisa berdoa bareng sama anak2 OI yang lagi ultah dan Bang Iwan Fals di Leuwinanggung sana…)
Nah, kalo lagi sakit gitu, yang gak enak bukan hanya badan, tapi perasaan juga. Kok gw jadi sensitif bgt sama sesuatu. Nih, beberapa hari belakangan, gw diminta anak2 kecil di RT untuk melatih mereka nari. Gw gak berani bilang gw bertindak sebagai koreografer, apalagi pencipta tarian macam Sardono. Wuah, di sinilah! Tiba2 ada rasa bersalah, ada rasa malu, saat gw membantu anak2 kecil itu menari. Gak usah jauh2 ke Sardono, mengajar mereka menari dengan lagu tradisional aja gw gak bisa! Argh! Mereka punya pilihan lagu dan gaya tari sendiri, dan gw hanya bisa membebaskan mereka. Bagus kalau mereka berkreasi sendiri. Anak bangsa emang harus kreatif. Tapi, rasanya kok terasa ada yang salah, ketika melihat mereka jingkrak2 menari seiring hentakan lagu “Tak Ada Logika” Agnes Monica. Atau centil2nya mereka menari, sambil bernyanyi keras2, lagu “Lelaki Buaya Darat” Ratu. Dan mereka akan mementaskan tari2 itu pada perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia! Ini racun Agustusan!
Bisa aja sih, kita anggap racun agustusan itu seperti obat. Jadi dia adalah racun yang baik, ketika masuk di diri seseorang dan memberantas racun buruk yang ada. Tapi, jangan salahkan orang yang menganggap racun seperti itu ya racun benar2, yang bisa mematikan seseorang.
Ah, jadi, kalau ada pertanyaan apa Indonesia sudah benar2 merdeka, kita bisa lihat jawabannya dari keberadaan racun itu. Silakan pilih, racun agustusan seperti apa yang kita mau: racun merdeka atau mati?