gairah malam pertama…

Gairah malam pertama udah mati. Jelas gak akan balik lagi. Yang pertama udah susah untuk terulang lagi. Ya, tampaknya itu pasti!

Malam tarawih pertama, semua tempat di masjid terdekat habis ditempati. Uh, mencari sedikit celah untuk bersujud pada Tuhan saja sulitnya setengah mati. Masjid benar-benar jauh dari kata sepi. Semua orang rela-relakan diri untuk bersuci. Tapi kini? Belum ada 7 hari, masjid mulai menjadi sunyi.

Seperti malam pertama bercinta, gairahnya benar-benar memuncak. Semua dilabrak. Seperti manusia gua yang tak pernah berjumpa manusia lainnya, semua ditabrak bak serudukan badak. Tapi, sekarang, hh…semua yang ada di dada terasa sesak.

Jadi, ketika gairah malam pertama mulai menghilang, yah…akhirnya aku harus terbiasa. Kalau orang lain lebih asyik dengan kolak atau pacar barunya, biarkan saja. Belajar menerima dengan biasa. Perlahan-lahan tak apa. Biasa menikmati sendiri. Karena ibadah atau bercinta hampir sama, hanya bisa dimaknai sendiri-sendiri.

Gairah malam pertama udah mati.

Tapi, aku gak boleh mati.

Leave a Reply