Cerita Buka Puasa Bersama: Yang Baru Pasti Seru!

Gw paling seneng berkenalan sama orang baru. Janjian di suatu tempat tanpa tahu nanti akan bertemu dengan siapa, bukan masalah buat gw. Seperti kemarin sore (1 Okt), gw janjian bertemu kawan-kawan milis Iwanfals untuk berbuka puasa bersama di Blok M. Yang mengundang Joe, yang gw hubungi Saloute, dan yang jadi CP Resta. Semuanya nama2 yang hanya gw tahu di milis aja, tanpa tahu seperti apa rupanya. Tapi, justru di sinilah serunya.

Jam 3 gw udah nyampe Blok M. Sengaja, sekalian jalan-jalan menikmati kerumunan orang2 yang sibuk berbelanja untuk keperluan lebaran. Gw ternyata ikutan! (hehe…) Tapi jam udah teriak, woi, lewat setengah lima! Ya sudah, gw pergilah ke belakang loket busway, seperti yang dibilang Resta, bahwa kawan2 lainnya akan berkumpul di sana. Sampai di sana, jelas gak ada orang yang bawa papan nama seperti di bandara, juga gak ada pula yang berbaju Iwan Fals misalnya. Benar2 gak terdeteksi ada kumpul2 kawan2 milis.

Tapi, teknologi udah canggih. Gw SMS-lah Resta. Dibalas, katanya sebentar lagi akan dateng. Sambil menunggu bengong2 bego, isenglah berimajinasi seperti apa rupanya. Katanya dia cowok. Hm, mungkin berambut gondrong, atau gimbal bak anak rasta (namanya mirip, sih!)? Mungkin lebih tua sedikit dari gw, mungkin gayanya seperti anak muda kebanyakan. Lalu, HP gw berbunyi, ada telepon dari Resta. Dan akhirnya bertemulah gw dengan Resta, yang jauh dari imaji gw semula.

Resta tampak matang (untuk menggantikan istilah ‘tua’, hehe…), boro2 gondrong tapi justru botak, berkacamata tebal (kacanya, bukan gagangnya), berkaos dan berjins seperti biasa, dan serunya…menggandeng gadis kecil lucu. Sampai detik terakhir acara selesai, gw masih juga gak tahu siapa nama si kecil itu, yang ternyata adalah putri tersayang Resta. Jadi, kami bertiga. Resta sibuk menelepon kawan2 lainnya, sementara gw bersusah payah menggoda si kecil berkuncir kuda.

Udah lewat jam 5 tapi belum ada yang nongol juga. Beberapa nama yang diperkirakan akan dateng, iseng gw imajinasikan juga seperti apa wujudnya. Di Friendster, Dwi terlihat seperti gadis kecil periang dan ramah. Kira2 seperti itulah dugaan gw. Saloute usianya pasti jauh di atas gw, tampak serius dan sulit untuk bercanda. Joe, dari tulisan2nya, sih, keliatannya tipe orang penuh humor. Yang lain, gw belum tahu. Akhirnya satu persatu kawan2 datang. Ada Joko ‘Joe’ Sorjan, Dwi, Nday, Saloute, Eman, Firman, dan Lukman. Dan ternyata gak bertambah lagi, hanya itu saja! Tapi serunya, imaji gw benar 50% aja! Dwi ternyata terlihat dewasa sekali, tinggi, dan berpakaian rapi (habis pulang kerja juga). Gw tebak usianya 24. Oh, ternyata dia terbahak2, karena ternyata dia baru…20 tahun! Loh, justru lebih muda dari gw toh? Tapi bahwa dia periang dan ramah, tepat. Tepat pula tentang Joe, bahwa dia lucu, cukup pandai mencairkan suasana. Kalau Saloute lain lagi, dia gak sebesar yang gw duga (di foto beda, Mas! hehe…), mulanya terlihat pendiam, tapi ternyata ramai dan senang bercanda juga. Lucunya, dia menduga bahwa gw laki-laki, bahkan pernah dulu dia panggil gw dengan sapaan “mas”. Hahaha…

Adzan magrib, kami masih sibuk mencari tempat yang bisa diduduki bersepuluh. Ya, kami pergi ke basement, ke Warung Umat, yang ternyata benar2 disesaki berjuta umat! Ampun deh, kami harus bersabar dulu sebelum bisa duduk tenang, dan memesan makanan. Kami ngobrol apapun, tentang silaturahim ini, tentang virus yang pakai ID anggota milis, tentang rencana datang ke Reboan terakhir di Leuwinanggung, tentang rencana tour ke Taman Buah Mekarsari (ngerujak, gitu?), tentang rencana rahasia buat perkembangan milis ini ke depannya, dan cerita2 lainnya. Seru lah!

Bonusnya, Om Resta menambah kebahagiaan kami. Dia bayar semua pesanan makanan dan minuman kami! Dia tampaknya paham bgt bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk beramal (betul? ;p). Kami pun tak lupa berterima kasih dan berdoa, semoga putri kecilnya masih bisa punya baju lebaran baru! Hehe…

Setengah delapan malam. Kami berpisah di depan game center. Berfoto-foto gak ketinggalan pasti. Walaupun masih banyak kekurangan dari acara ini (kurang publikasi, publikasi mepet, tanpa order tempat, dll.), acara ini tetap banyak bermanfaat untuk menjalin silaturahmi antaranggota milis Iwan Fals. Sensasi hebat dari komunitas di dunia maya adalah kopi darat itu sendiri, bukan? Dan yang tak kalah hebat dan seru, ya bertemu orang2 baru itu!

:: damai kami sepanjang hari!

Leave a Reply