tujuh
Dua kali tujuh hari setelah lebaran. Waktu yang cukup panjang untuk menghasilkan banyak pengalaman. Yang bikin tangis berhamburan. Juga bikin tawa berluberan. Yang bikin album Tujuh-Slank berputar terus di playlist winamp.
Hari kedua lebaran, tangis gw terkuras habis. Dengar azan yang dilantunkan orang yang gw sayang di liang lahat ibunya, jelas membuat otak berhenti berputar dan hati saja yang berbicara. Badan rasanya lantak di tengah hari bolong. Baju memang hitam, tapi putih saja yang terlihat di depan mata. Lagu “Bim2 jangan menangis” mengiang2 seharian!
Beberapa hari berikutnya, tawa gw membahana. Bertemu kawan2 lama, mengikat lagi silaturahmi yang dulu kencang sangat, jadi hiburan yang sangat menyenangkan di hari lepas lebaran. Jalan2, nonton, ngobrol, ah, indahnya masa remaja! Kembali berhitam2, bermain api di arena berbahaya, penuh tantangan gila! Memutar ulang keras2 lagu “maen api”, “lagi gampang”, “ngedrop”, dan “poppies lane memory”.
Dua hari lalu, gw terharu dan tergugu. Upacara sakral persatuan dua manusia lewat perkawinan hadir di depan mata (ceritanya, kmrn gw jd MC akad nikah!) Sumpah, ritual itu bikin dada sesak, apalagi saat si pengantin wanita minta izin ke ayahnya untuk dinikahkan. Benar2 menampar keras hati gw! Gw teringat lagu “april”. Lalu, gw jadi sibuk berpikir, kapan gw akan mengaprilkan diri sendiri?
Huah, tujuh, gw membiru, seluas biru langit, sedalam biru lautan!!!
November 7th, 2006 at 12:15 am
qe.qe..qe….
ayik juga yach ne dengan tujuhnya…. tapi sayang kali ne kali mo ngapril-in diri loe sesuai dengan lagu april.
November 9th, 2006 at 8:05 am
lucky number slevin
November 20th, 2006 at 1:38 am
hmm, apa benar ada lucky number? tp iya, sih, jgn sampai gw mengaprilkan diri, nikah baik2 aja yak!
amin…